Pulau-pulau terluar Indonesia dan Persoalan Bencana

June 24, 2008 at 2:06 pm | Posted in Opini, Perubahan Iklim, Pucil | 1 Comment
Tags: , ,

oleh: Mone Iye Cornelia Marschiavelli

Definisi pulau terluar adalah pulau dengan luas area kurang atau dengan 2000 Km2 (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar kordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum internasional dan nasional. Pulau-pulau terluar tersebut berperan sebagai garis depan kedaulatan dan yurisdiksi Indonesia dan memiliki arti penting dalam penentuan batas teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan negara tetangga. Dari pulau-pulau terluar ini terdapat titik-titik pangkal yang kemudian apabila diambil garis lurus akan membentuk garis pangkal kepulauan mencakup seluruh wilayah Indonesia serta dijadikan acuan untuk pengukuran lebar wilayah maritim Indonesia, antara lain untuk penentuan batas laut teritorial (12 mil laut), zona tambahan (24 mil laut), ZEE – Zona Ekonomi Eksklusif (200 mil laut), dan landas kontinen (hingga 350 mil laut atau lebih).

Akhir-akhir ini, ramai dibicarakan mengenai adanya pemanasan global yang memacu peningkatan suhu muka bumi. Menurut data PBB, selama abad 20 peningkatan suhu bumi mencapai 0,74°C. Apabila konsentrasi CO2 dunia masih pada kisaran 550 ppm (parts per million) maka peningkatan suhu bumi dapat mencapai 2 – 4,5°C. Adanya peningkatan suhu muka bumi ini berdampak pada fenomena mencairnya es di daerah kutub dan peningkatan tinggi muka laut (sea level rise). Selama abad 20, tercatat peningkatan tingi muka laut dunia mencapai 17 cm dan mengakibatkan tenggelamnya pulau-pulau kecil.

Selama ini ada beberapa persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan pulau-pulau kecil terluar, antara lain eksistensi dan kelangsungan keberadaan pulau itu sendiri, lokasi pulau yang terisolasi, dan masalah kesejahteraan masyarakat di sekitar pulau itu. Berdasarkan hal diatas, disamping isu pengelolaan pulau, ancaman pulau-pulau kecil terhadap bencana, salah satunya sea level rise memang patut diperhatikan. Bencana lain yang mungkin timbul antara lain seperti badai tropis atau tsunami yang melanda pulau-pulau kecil tersebut. Persoalan yang mungkin timbul dari bencana di pulau-pulau terluar atau pulau-pulau kecil adalah akses yang jauh dan infrastruktur yang biasanya kurang lengkap. Akses yang jauh menyebabkan bantuan biasanya lebih lambat datang, seperti sesudah terjadi gempa bumi di Nias dan Simeulue. Di sisi lain infrastruktur yang kurang lengkap mengakibatkan pemerintah daerah kurang memiliki kapasitas di dalam menangani persoalan emergensi. Pemerintah wajib mengambil tindakan pengelolaan pulau-pulau kecil dengan mempertimbangkan faktor kebencanaan, baik untuk tujuan menjaga keutuhan wilayah maupun mensejahterakan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil tersebut tanpa meninggalkan aspek penanganan bencananya. Di sisi lain pertanyaan yang masih tersisa adalah: “mungkinkah terdapat sistem penanganan bencana alam mandiri yang membuat masyarakat di pulau-pulau kecil lebih mampu cepat pulih sesudah terjadinya bencana (high resiliency)?

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. tulisan yang bagus dari Mone. Menurut saya, setelah membaca beberapa literatur, penangan bencana di pulau-pulau kecil dan juga pulau-pulau terluar perlu sistem yang khusus. Salah satunya seperti disebutkan di atas bahwa akses yang jauh dan infrastruktur yang terbatas membuat pulau-pulau kecil jadi sangat rentan terhadap bencana alam. Salah satu solusinya adalah meningkatkan kapasitas masyarakat yang ada di sana. Ini PR buat kita dalam mencari solusinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: