Kebanjiran di Ciputat (Testimoni)

February 3, 2007 at 1:08 pm | Posted in Banjir, Jakarta, Testimoni | Leave a comment

Rekan-rekan,

Berikut kisah seorang ibu yang menceritakan tentang banjir yang mereka alami.

Ditulis oleh Klaudia

lokasi, dekat Ciputat, Jakarta

==================================================================

sekedar fyi, kami tinggal di daerah rempoa (sebelum ciputat), deket bintaro sektor 1… rumah kami kebanjiran dengan ketinggian air mencapai bagian atas dada orang dewasa. mobil pun terendam air secara sempurna. untungnya *memang kita harus tetap bisa mampu melihat sisi positif yah, hehehe* kami sempat loh mindahin barang2 dari lantai 1 ke lantai 2… barang2 kayak sofa tivi, spring bed.. kami mendadak menjadi perkasa *aku, bibi pembantu, dan si mbak babysitter* waktu banjir datang, Agus, suamiku, masih terjebak macet karma arteri yang dilalui bis yang ditumpanginya terendam banjir.

pertama banjir masuk rumah *saat itu aku tengah siap-siap mau rebahan tidur di samping lentera.. tiba-tiba si bibi pembantu membuka pintu kamar sambil teriak banjir….* kami langsung mindahin karpet dan sofa ke atas.lalu spring bed.. bayangin 3 cewe ngangkat spring bed gede ke lt.2… ditambah lagi aku sambil gendong lentera di satu tangan, tangan yang lain bantuin ngangkat pring bed. agus masih belum pulang juga. begitu air semata kaki, listrik kulkas dan dispenser langsung aku cabut. lalu mindahin semua barang elektronik ke atas. ternyata ga lama, naik lagi sebetis… aku langsung mindahin semua yang bisa kami angkut ke lt.2.. lalu sedengkul… agus pulang, langsung bantu ngangkutin barang ke lt.2… lalu sepaha!

kami langsung diam di lt.2. tadinya kami berfikir untuk tidur di rumah aja. tapi hujan ga
nunjukin tanda2 mau reda juga. Kami mencoba telp 112 atau nyari tau nomer kantor polisi. minta bantuan perahu karet. tapi ga berhasil.

aku langsung minta ban berenangnya lentera ditiup. mikirnya, kalopun kami udah ga mungkin gendong dia melewati banjir, masih bisa didorong2 lah…. tapi hatiku tetap ga tenang… lalu kami nekad menembus banjir di tengah hujan lebat malam itu, saat genangan air di
luar rumah sudah mencapai dadaku. Tapi aku HARUS pergi saat itu juga. aku inget punya kerabat di blok atas. sempat aku hubungi, ternyata karena lebih tinggi, di sana ga banjir. aku, agus (sambil gendong lentera,
karena kalo aku yang gendong.. lentera pasti udah basah kuyub) dan babysitternya (sambil mayungin agus dan lentera) berjuang melawan arus air yang cukup deras. sampai di simpang dekat rumah, aku teriak minta tolong pada satpam yang jaga di gardu. saat aku teriak tolong, mereka masih diam aja.. tapi saat aku teriak tolooooong, anak saya!!!! baru deh mereka menyusul kami. karena arus terlalu deras, kami pun harus berjalan menyamping. banyak banget kayu-kayu menghantam betis, dengkul, paha dan telapak kakiku… sakit! Tapi aku tak perduli. yang penting bisa keluar dulu bawa anakku. akhirnya tiba juga di rumah kerabatku itu. begitu kami sampai, kerabatku itu *thanks yah mom rieke!* langsung mengambil lentera.. dipeluk. karna takut lentera kedinginan. kami semua udah basah kuyup! agus pulang lagi ke rumah. aku minta dia untuk jemput si bibi pembantu. kalau si bibi ga keluar malam itu juga, entah lah… aku khawatir sekali karena hujan masih saja deras dan tidak menunjukkan tanda-tanda bakal reda.
begitu suasana tenang, baru aku liat jam. astaga, udah jam 1.30 pagi ternyata! sejak air masuk rumah jam 9.30 itu, kami benar-benar terlena dengan kesibukan sampai ga tau waktu ternyata udah dini hari….

keadaan lebih tenang.. kami pun berbilas, supaya kulit tidak gatal-gatal. lega? iya, tentu. karna aku berhasil membawa pergi anakku sebelum air terlalu tinggi. sampai pagi, ujan ga kunjung reda. aku makin gelisah. kabarnya udah sampai se leher di jalanan. ya, Tuhan maha besar!!! aku pun akhirnya memasrahkan mobil dan rumah yang udah terbenam. materi bisa dicari.yang penting nyawa dulu selamat. Puji Tuhan, kami sekeluarga dalam kondisi sehat. hanya lentera yang mulai bersin-bersin. *karna lentera masih minum asi, aku jadi menegak obat batuk dan obat flu.. supaya lentera bisa meminumnya lewat asi*

tadi pagi ke rumah, ternyata puji Tuhan keadaan lebih tenang.. kami pun berbilas, supaya kulit tidak gatal-gatal. lega? iya, tentu. karna aku berhasil membawa pergi anakku sebelum air terlalu tinggi. sampai pagi, ujan ga kunjung reda. aku makin gelisah. kabarnya udah sampai se leher di jalanan. ya, Tuhan maha besar!!! aku pun akhirnya memasrahkan mobil dan rumah yang udah terbenam. materi bisa dicari. yang penting nyawa dulu selamat. Puji Tuhan, kami sekeluarga dalam kondisi sehat. hanya lentera yang mulai bersin-bersin. *karna lentera masih minum asi, aku jadi menegak obat batuk dan obat flu.. supaya lentera bisa meminumnya lewat asi*

tadi pagi ke rumah, ternyata puji Tuhan udah surut. lumpur dimana-mana… kerja keras nih, hehehe…. dan tabungan ASI perah pun udah basi semua *padahal lumayan bo! 20 botol (sekitar 2 liter)* mari, singsingkan lengan baju… kita berbenah!! =) Tuhan berkati kita semua yah.. aku bersyukur sekali masih bisa menikmati kicau burung pagi ini sambil menimang lentera kecil yang tergolek manja di gendonganku. meski badan pegel luar biasa, tapi saat lentera naik ke bahuku, tidak terasa berat loh! padahal udah 6 kilo, hehehehe……

salam manis,
clodi.blogspot.com

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: