Gempa dan Sesar Aktif di Indonesia

June 9, 2008 at 3:27 pm | Posted in Gempa Bumi, Opini | Leave a comment
Tags:

Penulis: Andri Nugraha

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki aktivitas tektonik dan vulkanik paling aktif di
dunia. Indonesia merupakan zona pertemuan beberapa lempeng tektonik seperti:
-Eurasia Plate (Continent Plate)
-Indian-Australian Plate (Oceanic Plate)
-Pacific Plate (Oceanic Plate)
-Philippine Plate
dan lempeng lempeng mikro lainnya.

Tiap-tiap lempeng tektonik bergerak relatif satu sama lainnya untuk mencapai suatu keseimbang dinamik. Lempeng Indian-Australia menunjam* oblique* di bawah Lempeng Eurasia Plate (Zona Subduksi; Zona Konvergen) dengan kecepatan ~60 mm/year di sebelah barat Indonesia di bawah Sumatera, sedangkan di bawah pulau Jawa menerus sampai ke Timur Indonesia, lempeng Indian-Australian menunjam dengan kecepatan 60-69 mm/year [Newcomb&McNann,1987; Prasetya., et al, 2001;Natawidjaya, 2003;ITDB/PAC, 2004].

Zona subduksi di Indonesia secara umum dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama yaitu:
1. Sepanjang busur Sunda (dari Sumatera sampai ke Flores)
2. Busur Banda
3. Busur Kepulauan Halmahera.

Akibat dari stress (tekanan) dari Zona Subduksi, maka terbentuklah sesar-sesar (patahan) di dekat permukaan. Seperti sesar Sumatera yang merupakan salah satu sesar (patahan) yang merupakan paling panjang di di dunia. Kemudian sesar-sesar di Pulau Jawa, seperti sesar Cimandiri (Jabar),
sesar Baribis (Jabar), sesar Lembang (utara Bandung), sesar Opak (Yogya), dan sesar2 mikro lainnya. Di Papua juga ada sesar Sorong dan sesar Tera Audina. Di Sulawesi juga ada beberapa sesar yang aktif. Mungkin hanya Pulau Kalimantan saja yang terletak di daerah yang relatif rendah tingkat kegempaannya. Keberadaan sesar2 aktif akan menjadi potensi bencana, bila terletak di darat dengan lingkungan yang padat penduduk.

Keberadaan Zona subduksi juga berimplikasi terbentuknya jajaran gunung-gunung aktif di Indonesia. Indonesia mempunyai sekitar 129 gunung api aktif, yang tersebar mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, Sumba, Banda, Maluku. Gunung2 aktif ini terletak di atas Zona Penunjaman (Subduksi), merupakan hasil proses gesekan antara dua lempeng pada tekanan dan temperatur yang sangat tinggi yang memungkinkan terbentuk nya materi panasdi kedalaman.

Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat kapan dan dimana gempa akan terjadi. Akan tetapi dengan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, telah di upayakan, zonasi daerah2 yang mempunyai potensi kegempaan yang tinggi untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat gempa.
Disini antar disiplin ilmu yang berbeda diperlukan untuk ber-sinergi.

Selain itu, potensi bencana lainnya diakibatkan oleh Tsunami. Tsunami bisa dibangkitkan oleh :
1.Gempa di Laut.
2.Longsoran di Laut/Pantai
3.Letusan Gunung Berapi di Laut (Krakatau & Sumba)
4.Tumbukan Meteorit di Laut.

Tsunami umumnya di di timbulkan akibat gempa yang terjadi di bawah laut. Adapun ciri-ciri gempa pembangkit Tsunami:
1. Terjadi di bawah laut (Epicenter)
2. Gerakan/Deformasi patahan nya vertikal
3. Gempa dengan kedalaman dangkal ( < 40 km)
4. Gempa dengan kekuatan besar (Magnitudo > 6).

Jadi Indonesia terletak di daerah dengan tingkat potensi bencana alam yang tinggi, sekaligus juga ada sisi positifnya, merupakan laboratorium alam yanglengkap untuk di pelajari.

About these ads

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Get a free blog at WordPress.com | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: