Banjir di Morowali, Sulawesi Tengah
June 3, 2008 at 2:58 am | In Banjir, Sulawesi | Leave a Commentsumber: Kompas
Laporan Wartawan Kompas Reny Sri Ayu Taslim
PALU, SENIN – Warga di tiga desa di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali masih terisolir akibat jembatan yang putus dan medan yang sulit. Sementara di desa-desa lain, pos pengungsian didirikan untuk menampung warga yang rumahnya terendam.
Informasi yang diproleh dari Morowali, Senin (2/6) malam menyebutkan kendati pada Senin pagi air mulai surut, tapi malam ini air mulai naik lagi. Selain mendirikan pos pengungsian dan menyalurkan bantuan, pemerintah setempat menyiagakan kapal milik Pemkab Morowali yakni KM Lempueno di Dermaga Baturube.
Kapal ini disiagakan untuk mengangkut warga dari beberapa desa di Bungku Utara dan Mamo Salato ke Baturube akibat jalur darat yang sementara ini tidak bisa digunakan. ”Saat ini warga di Desa Kalombang dan Tanako Raya masih terisolasi akibat jalan dan jembatan yang menghubungkan desa mereka dengan desa sekitar, putus. Tadi malam juga terjadi longsoran kecil di jalan yang menghubungkan Desa Babo dan Uweruru,” ujar Rizal, warga setempat.
Di Desa Tanako Raya saat ini masih ada lebih 700 jiwa yang terisolasi dan di Desa Kalombang lebih dari 400 jiwa. Banjir di dua kecamatan di Morowali mulai terjadi Minggu kemarin dan mengakibatkan tujuh desa terendam. Lokasi yang terendam banjir adalah lokasi yang Juli 2007 lalu, diterjang banjir bandang dan menewaskan lebih 50 jiwa. Banjir kali ini akibat luapas Sungai Siombo, Makato, dan Pirangan, sungai yang sama yang meluap Juli 2007 lalu.
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.